Lahir 22 Mei 1988 di daerah pesisir selatan  Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Anak pertama dari 3 bersaudara ini dibesarkan oleh keluarga sederhana pasangan Wakijo dan Riyanti yang masing-masing berprofesi sebagai petani penggarap dan pedagang di pasar. Karena kesibukan dari kedua orang tuanya dalam mencari nafkah, Sulis kecil sering dititipkan pengasuhannya pada sang nenek yang statusnya janda ditinggal mati suami ketika anak-anaknya masih kecil. Kondisi ekonomi sang nenek tidak jauh berbeda dengan kondisi ayah ibunya. Untuk menyambung hidup, sang nenek mencari nafkah dengan berjualan kecil-kecilan di rumah. Kondisi sederhana tak membuatnya jadi rendah diri dan minder, justru kemandirian yang lebih dominan tertanam pada diri sang anak. Memasuki sekolah dasar, tak perlu antar dan jemput dari orang tua, cukup berangkat dan pulang sendiri, jalan kaki bersama teman-teman sebayanya. Ketika berangkat sekolah diberi uang saku, terasa hari itu hari yang istimewa karena tidak setiap hari ada jatah uang saku.untuknya. Kondisi ini berlangsung selama 6 tahun hingga lulus SD tahun 2000.

Lulus SD dengan NEM yang te

rtinggi, menambah semangat melanjutkan sekolah semakin kuat. Ia pilih sekolah yang favorit di daerahnya dan diterima di SMPN 2 Bambanglipuro. Tiga tahun Ia jalani bersepeda dengan jarak tempuh 4 Km dari rumahnya. Secara akademik prestasi Sulis tidak mengecewakan. Sejak kelas 1 sampai dengan kelas 3 selalu masuk rangking 10 besar. Lulus SMP tahun 2003, Ia memilih melanjutkan ke sekolah kejuruan dan diterima di SMKN 1 Bantul jurusan Administrasi Perkantoran. Selama 3 tahun di SMK, prestasi akademiknya cukup membanggakan, Ia selalu masuk 10 besar.

Lulus SMK tahun 2006, pemilik hobi memasak dan rias pengantin ini melanjutkan pendidikan di kota Yogyakarta. Ia pilih sekolah vokasi 1 tahun setara Diplomas 1 dengan mengambil jurusan Programer Komputer. Lulus sekolah vokasi tahun 2007, gadis ini langsung melamar bekerja di Gama Exacta dan diterima sebagai editor naskah pada Divisi Penerbitan Gama Exacta. Dua tahun bekerja, tepatnya tahun 2009, Ia mengakhiri masa lajangnya, karena resmi dipinang oleh pemuda mapan karyawan UNY.

Tahun 2011, wanita yang gemar baca novel ini, dipercaya oleh pimpinan menangani bagian keuangan. Ketika ada kesempatan untuk menambah ilmu dan ketrampilan, maka kesempatan itu Ia manfaatkan dengan mengikuti pelatihan rias pengantin di BLK Yogyakarta. Berkat pelatihan dari BLK, Ia pun sering menerima order untuk merias calon wisudawan/ti. Tanpa mengesampingkan tugas dan tanggungjawab sebagai karyawan Gama Exacta, pengagum penulis novel Hanung Dewanti ini memanfaatkan waktu luangnya dengan berjualan secara on line. Bahkan hari minggu dan hari liburnya Ia gunakan untuk kulakan barang dagangan. Ia terobsesi untuk bisa berangkat ibadah haji dan bisa membalas budi kedua orang tuanya.

Tahun 2020, saat Gama Exacta mengembangkan usaha on line, Ibu satu anak ini dipercaya sebagai Finance and Administration (FA), bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan.